Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
bekasi, jawa barat, Indonesia
HP, WA, Line : +6289615647145

Total Tayangan Halaman

Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

HAsrat Untuk Berubah (ABbey)

Harap di baca perlahan dan disimak

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,

Aku bermimpi ingin merubah dunia.

Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,

Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.

Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,

Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.

Namun tampaknya, Hasrat itu pun tiada hasilnya.

Ketika usiaku semakin senja,

Dengan semangatku yang masih tersisa,

Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,

Orang-orang yang paling dekat denganku...

Tetapi celakanya, Mereka pun tidak mau diubah!

Dan kini, Sementara aku berbaring saat ajal menjelang,

Tiba-tiba kusadari .......:

"Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,

Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,

Mungkin aku bisa mengubah keluargaku.

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,

Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku.

Kemudian siapa tahu, Aku bahkan bisa mengubah dunia.

(Terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M.)

sedikit tulisan yg di dapat saat kuliah duha tadi pagi oleh : Pa Isa Ansori

buat sharing dan motifasi

http://yo-bijak-yo.blogspot.com/2010/11/hasrat-untuk-berubah.html

Minggu, 01 Agustus 2010

Si Tukang Kayu


Beberapa saat yang lalu ketika saya mengunjungi suatu book fair, saya membeli sebuah buku yang cukup bagus. Setelah saya baca-baca sebentar, isinya sarat dengan motivasi. Begini ceritanya.

Suatu ketika datanglah seseorang kepada seorang juragan kayu. Orang tadi ingin menjadi seorang penebang kayu. Setelah itu dicapai kesepakatan antara usaha dan keuntungan. Oleh juragan kayu, orang itu dipinjami sebuah kapak. Jadilah dia seorang penebang kayu yang bekerja untuk juragannya.

Pada hari pertama kerja, dia bekerja dengan giat dan tekun sehingga hasilnya sangat bagus untuk seorang pemula. Dia mampu menebang 20 batang pohon. Sang juragan menjadi terkesan kepada karyawan barunya dan berjanji memberi gaji lebih apabila si penebang bekerja seperti hari itu.

Namun usahanya belum membuahkan hasil yang maksimal. Di hari kedua dia hanya mampu menebang 18 pohon, di hari ketiga dia hanya mampu menebang 16 pohon. Pada hari ke 4 ia hanya dapat menebang14 pohon dan berkurang terus setiap harinya. Hasil itu tentu membuat juragan kecewa.

Tukang kayu tersebut binggung kenapa ia yang sudah bersemangat dan bekerja keras mencurahkan segenap tenaganya hanya menebang sedikit pohon.

Cerita di atas mungkin sedikit aneh mengapa hasil kerjanya terus berkurang. Yang menjadikan hasil kerjanya berkurang adalah dia ”hanya bekerja keras”. Dia melupakan satu hal yang penting. Yaitu mengasah kapaknya.

Cerita di atas dapat kita ibaratkan dalam kehidupan kita. Di dunia kerja, kita tidak hanya dituntut untuk terus bekerja dengan keras saja. Namun kita tentunya harus bekerja dengan cerdas seperti mengasah kapak tadi. Contohnya dengan mengikuti seminar, training, dan yang paling ringan adalah dengan banyak membaca buku. Dengan demikian kerja kita akan menjadi lebih maksimal dan energi yang kita curahkan untuk bekerja semakin efisien. Serta pekerjaan yang telah kita lakukan tidak percuma begitu saja Namun mampun menghasilkan sesuatu/berguna.

Selain itu juga kepada para pelajar, juga perlu untuk belajar cara hidup, carabelajar efisien dan lain-lain sehingga mampu memaksimalkan potensi yang ada.

Kisah 4 Lilin

4 lilinAda 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Si Jam dan PembuatNya


Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya.